Network (Jaringan antar Computer)
Network atau jaringan, dalam bidang komputer dapat diartikan sebagai dua atau lebih komputer yang dihubungkan sehingga dapat berhubungan dan dapat berkomunikasi, sehingga akan menimbulkan suatu effisiensi, sentralisasi dan optimasi kerja. Pada jaringan komputer yang dikomunikasikan adalah data, satu komputer dapat berhubungan dengan komputer lain dan saling berkomunikasi (salah satunya bertukar data ) tanpa harus membawa disket ke satu computer ke komputer lainnya seperti yang biasa kita lakukan.
Ada beberapa jenis jaringan komputer dilihat dari cara pemrosesan data dan pengaksesannya.
- Host-Terminal. Dimana terdapat sebuah atau lebih server yang dihubungkan dalam suatu dumb terminal. Karena Dumb Terminal hanyalah sebuah monitor yang dihubungkan dengan menggunakan kabel RS-232, maka pemrosesan data dilakukan di dalam server, oleh karena itu maka suatu server haruslah sebuah sistem computer yang memiliki kemampuan pemrosesan data yang tinggi dan penyimpanan data yang sangat besar.
- Client -Server. Dimana sebuah server atau lebih yang dihubungkan dengan beberapa client. Server bertugas menyediakan layanan, bermacam-macam jenis layanan yang dapat diberikan oleh server, misalnya adalah pengaksesan berkas, peripheral,database, dan lain sebagainya. Sedangkan client adalah sebuah terminal yang menggunakan layanan tersebut. Perbedaannya dengan hubungan dumb terminal, sebuah terminal client melakukan pemrosesan data di terminalnya sendiri dan hal itu menyebabkan spesifikasi dari server tidaklah harus memiliki performansi yang tinggi, dan kapasitas penyimpanan data yang besar karena semua pemrosesan data yang merupakan permintaan dari client dilakukan di terminal client.
- Peer to Peer. Dimana terdapat beberapa terminal komputer yang dihubungkan dengan media kabel. Secara prinsip, hubungan peer to peer ini adalah bahwa setiap komputer dapat berfungsi serbagai server (penyedia layanan) dan client, keduanya dapat difungsikan dalam suatu waktu yang bersamaan.
- LAN (Local Area Network). Hanya terdapat satu atau dua server dan ruang lingkupnya hanya terdapat dalam satu lokasi atau gedung, Hal ini akan mendapat pembahasn tersendiri pada sub bahasan berikutnya.
- WAN (Wide Area Network). Merupakan gabungan dari LAN, yang ruang lingkupnya dapat saja satu lokasi, misalnya gedung bertingkat, atau dapat tersebar di beberapa lokasi di seluruh dunia, jaringan jenis ini membutuhkan minimal satu server untuk setiap LAN, dan membutuhkan minimal dua server yang mempunyai lokasi yang berbeda untuk membentuknya.
- Internet. Internet adalah sekumpulan jaringan yang berlokasi tersebar di seluruh dunia yang saling terhubung membentuk satu jaringan besar komputer. Dalam jaringan ini dibatasi layanannya sebagai berikut : FTP, E-Mail, Chat, Telnet, Conference, News Group, Mailing List. Biasanya jaringan ini menggunakan protoko; TCP/IP (Jenis protokol ini akan dibahas selanjutnya), walaupun ada sebagian kecil yang menggunakan jenis lain (IPX Novell Netware, NetBios, dan lain-lainnya)
- Intranet. Jenis jaringan ini merupakan gabungan dari LAN/WAN dengan
Topologi jaringan
Apabila dilihat dari jenis hubungannya, maka topologi jaringan dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :- Topologi cincin (ring topology)
- Topologi bus (bus topology)
Topologi cincin (ring topology)
Topologi jenis cincin ini menghubungkan satu komputer di dalam suatu loop tertutup. Pada topologi jenis ini data atau message berjalan mengelilingi jaringan dengan satu arah pengiriman ke komputer selanjutnya terus hingga mencapai komputer yang dituju. Waktu yang di butuhkan untuk mencapai terminal tujuan disebut walk time (waktu transmisi).Gambar 1. Topologi jaringan Tipe Cincin Ada dua hal yang dilakukan oleh suatu terminal ketika menerima data dari komputer sebelumnya, yaitu :
- Memeriksa alamat yang dituju dari data tersebut dan menerimanya jika terminal ini merupakan tujuan data tersebut.
- Terminal akan meneruskan data ke komputer selanjutnya dengan memberikan tanda negatif ke komputer pengirim.
Apabila ada komputer yang tidak berfungsi maka hal tersebut tidak akan mengganggu jalannya jaringan, tapi apabilasatu kabel putus akan mengakibatkan jaringan tidak berfungsi.
Topology bus (bus topology)
Topologi jaringan jenis ini menggunakan sebuah kabel pusat yang merupakan media utama dari jaringan. Terminalterminal yang akan membangun jaringan dihubungkan dengan kabel utama yang merupakan inti dari jaringan.
Data yang dikirimkan akan langsung menuju terminal yang dituju tanpa harus melewati terminal-terminal dalam jaringan, atau akan di routingkan ke head end controller. Tidak bekerjanya sebuah komputer tidak akan menghentikan kerja dari jaringan, jaringan akan tak bekerja apabila kabel utamanya dipotong atau putus.
Gambar 2. Topologi jaringan Tipe BUS
Jaringan ini merupakan jaringan yang banyak digunakan karena hanya dalam beberapa meter kabel dapat dihubungkan ke banyak terminal client. Jaringan ini biasanya menggunakan kabel coaxial sebagai media transmisinya. Kabel coaxial dilihat adri bentuk fisiknya mirip dengan kabel antena. Kabel ini mempunyai kapasitas bandwidth yang besar (2MB), sehingga apabila dihubungkan dengan banyak terminal akan terlayani dengan baik.
Topologi bintang (star topology)
Jenis topologi jaringan ini menggunakan satu terminal sebagai terminal sentral yang mengubungkan ke semua terminal client. Terminal sentral ini yang mengarahkan setiap data yang dikirimkan ke komputer yang dituju. Jenis jaringan ini apabila ada salah satu terminal client tidak berfungsi atau media transmisi putus atau terganggu makan tidak akan mempengaruhi kerja dari jaringan, karena gangguan tersebut hanya mempengaruhi terminal yang bersangkutan.
Gambar 3. Topologi jaringan Tipe Start
Kelemahan dari jenis topologi jaringan ini adalah ketergantungan terhadap suatu terminal sentral. Hal tersebut merupakan suatu gangguan yang sangat berarti apabila terminal sentral tersebut mendapatkan gangguan, sehingga dicari suatu solusi yang dapat mengatasi masalah tersebut. Salah satu solusi yang banyak dilakukan adalah dengan menggunakan dua buah terminal sebagai server, sehingga apabila satu server dalam keadaan down dapat dialihkan ke server yang kedua dan begitu seterusnya.
TCP/IP (Transfer Control Protocol/Internet Protocol)
TCP/IP terdiri dari lapisan-lapisan protokol. Untuk memudahkan dalam memahaminya maka akan diambil contoh pengiriman email. Dalam pengiriman email yang diperlukan adalah protokol untuk email. Protokol ini mendefinisikan perintahperintah yang diperlukan dalam pengiriman email, dan protokol ini juga mengasumsikan bahwa ada hubungan antara terminal yang mengirim dengan terminal yang dituju. Dalam hal ini perintah-perintah tersebut diatur oleh TCP dan IP. TCP mengatur masalah perintah-perintah pengiriman data, mengawasi jalannya data dan memastikan data tersebut sampai ke tujuannya, apabila ada bagian dari data yang tidak mencapai tujuan maka TCP akan mengirimkan ulang. Proses tersebut terus berlangsung sampai data yang dikirimkan sampai ke tujuannya. Apabila ada data yang sangat besar untuk dimuat dalam satu datagram maka TCP akan memecahnya menjadi beberapa datagram dan kemudian mengirimkan ke tujuan dan memastikan sampai dengan benar. TCP dapat dianggap sebagai suatu pembentuk kumpulan -kumpulan routine (perintah) yang dibutuhkan oleh aplikasi untuk dapat berhubungan dengan terminal lain dalam jaringan.
Tidak semua perintah yang dibutuhkan oleh aplikasi terdapat dalam TCP/IP. IP adalah protokol yang memuat semua kebutuhan aplikasi dalam berhubungan antar terminal. Seperti telah disampaikan sebelumnya bahwa TCP bertanggungjawab di masalah pengiriman dan dalam memecah data menjadi bagian-bagian kecil, maka IP merupakan pembuka jalan hingga sampainya data ke terminal tujuan. Pelapisanpelapisan protokol tersebut berguna untuk menjaga agar data dapat sampai dengan sempurna.
Beberapa layanan dasar tapi merupakan layanan yang penting diberikan oleh TCP/IP adalah :
- File Transfer (FTP)
- Remote Login (menggunakan fasilitas TELNET)
- Mail elektronik
LAN (Local Area Network)
Local Area Network merupakan salah satu arsitektur jaringan yang paling sederhana dan dapat dikembangkan menjadi arsitektur jaringan yang lebih luas cakupannya. Luas cakupan LAN itu sendiri tidak melebihi dari satu area yang terdiri dari beberapa terminal yang saling dihubungkan sehingga menambahkan fungsi dari terminal itu sendiri Layananlayanan yang dapat diberikan LAN adalah penggunaan file bersama (file sharing) atau penggunaan printer bersama, (printer sharing).
Biasanya LAN menggunakan satu server untuk melayani kebutuhan clientnya, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan >1 server, tergantung kebutuhan dari client itu sendiri. Biasanya yang menjadi pertimbangan adalah jenis layanan yang dibutuhkan dan performansi jaringan itu sendiri. Apabila jenis layanan yang dibutuhkan banyak (mail, web, ftp server), maka sebaiknya server yang digunakan lebih dari satu dan hal tersebut akan mempengaruhi kinerja jaringan yang menggunakan layanan-layanan terserbut.
Penamaan terminal dalam suatu jaringan menggunakan apa yang disebut IP Address (Internet Protocol Address). Sedang penamaan penamaan server berdasarkan nama domainnya disebut DNS (Domain Name Server). Kedua cara penamaan ini merupakan cara penamaan yang biasa digunakan dalam jaringan. Hal-hal lebih lanjut akan kita bahas langsung pada pengaplikasian instalasi jaringan pada bahasan selanjutnya.
Networking Troubleshoot
Dalam menyelesaikan berbagai network troubleshooting, kita harus sudah menguasai beberapa hal, mulai dari memahami layanan layanan yang berhubungan dengan jaringan (DNS, DHCP, Routing, Internet Akses, Email,Proxy dll ), protokol protokol Jaringan TCP/IP, Subnetting, Nating, dan berbagai penggunaan jaringan lainnya. Untuk level advanced atau pada jaringan yang kompleks seperti adanya teknologi baru Switching (multilayer), kita diwajibkan memahami OSI layer khususnya layer Fisik (layer 1) hingga layer Transport (layer 4). Pada praktikum network troubleshooting ini, praktikan akan mencoba menyelesaikan permasalahan jaringan yang sederhana dengan memanfaatkan tools tools yang berhubungan dengan services jaringan pada sistem opesasi Windows dan Linux.
Alat Dan Bahan
- Cabel UTP Cat 5
- Komputer /windows
- Switch/Hub
- Access Point
- Mikrotik /Linux
- Hubungkan computer atau notebook ke internet dan pastikan anda bisa browsing
- Klik menu start -----Run -----ketikan cmd ---- tekan tombol OK
- ipconfig, Tulis dan jelaskan hasil perintah diatas?
- ipconfig/all, Tulis dan jelaskan hasil perintah diatas?
- ipconfig/release, Tulis dan jelaskan hasil perintah diatas?
- ipconfig/renew Tulis dan jelaskan hasil perintah diatas?
• ping ipgateway
Tulis dan jelaskan hasil perintah diatas?
• ping ipdnsserver,
Tulis dan jelaskan hasil perintah diatas?
• ping –t ipserver
Tulis dan jelaskan hasil perintah diatas?
Beberapa pesan yang mungkin muncul jika pinging tidak berhasil antara lain :
- TTL Expired in Transit : artinya jumlah hop (router) yang dilalui untuk berkomunikasi dengan server tersebut telah melebihi TTL (Time To Live), gunakan ping –i untuk mendefinisikan TTL pada saat melakukan ping
- Destination Host Unreachable : artinya packet yang dikirimkan tidak mampu sampai ke tujuan, biasanya disebabkan oleh table routing yang tidak tepat di mesin default gateway, atau router/hop diatasnya.
- Request Timed Out : artinya pesan echo replay tidak dapat diterima kembali dalam waktu yang sudah ditentukan. Biasanya pesan ini muncul karena blockade yang mungkin dilakukan oleh firewall (baik disisi router maupun di sisi target).
- Ping request could not find host : artinya resolving domain server tersebut pada pc kita tidak dapat menerjemah ke IP address. Hal ini biasanya karena setting DNS client masih keliru atau komunikasi kita dengan DNS server terganggu/terputus.
3. nslookup
nslookup digunakan untuk mendiagnosa layanan DNS server, melakukan query untuk memetakan suatu domain menjadi IP address atau sebaliknya. Tools nslookup juga dapat digunakan untuk mengetahui mx (mail server) atau ns (nameserver) yang bertanggung jawab terhadap suatu domain.
• nslookup ilkom.unsri.ac.id,
Tulis dan jelaskan hasil perintah diatas?
• nslookup (enter) lalu set query=mx atau set query=ns
Tulis dan jelaskan hasil perintah diatas?
4. Tracert
tracert singkatan dari traceroute, yakni tool untuk menampilkan jalur atau routing perjalanan packet komunikasi antara komputer kita dengan komputer (server) lain. Tool ini akan menampilkan jumlah hop (router) yang dilalui ketika menuju server target.
• tracert ipserver/domain Tulis dan jelaskan hasil perintah diatas?
• tracert –d ipserver/domain
Tulis dan jelaskan hasil perintah diatas?
5. Netstat
Netstat singkatan dari network status, digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain menampilkan tabel routing, menampilkan services yang berjalan pada Windows, menampilkan port protokol komunikasi yang sedang terjadi.
• netstat –rn
Tulis dan jelaskan hasil perintah diatas?
• netstat –an
Tulis dan jelaskan hasil perintah diatas?
Pengkabelan di LAN
UTP, singkatan dari “Unshielded Twisted Pair". Disebut unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut twisted pair karena di dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan. Ada 5 kategori kabel UTP. Dari kategori 1 sampai kategori 5. Untuk jaringan komputer yang terkenal adalah kategori 3 dan kategori 5.
| Kategori 3 bisa untuk transmisi data sampai 10 mbps, sedang kategori 5 sampai 100 mbps. Kalau hanya buat misalnya jaringan komputer di kantor atau kampus atau warnet, paling hemat ya menggunakan yang kategori 3. | |
| Satu lagi yang sangat penting, Anda harus punya tang khusus buat memasang konektor ke kabel UTP, istilah kerennya adalah “crimp tool". Alat ini gunanya untuk ‘mematikan’ atau ‘menanam’ konektor ke kabel UTP. Jadi sekali sudah di ‘tang’, maka sudah tidak bisa dicopot lagi konektornya. Dan kalau mau yang lebih OK, biar tidak nanggung maka beli pula sebuah LAN tester. | |
| Pemasangan kabel UTP tersebut ada dua tipe, yaitu tipe straight dan tipe cross. Disebut tipe straight soalnya masing-masing kabel yang jumlahnya 8 itu berkorespondensi 1-1, langsung. Sedangkan disebut cross soalnya ada persilangan pada susunan kabelnya |
Tipe straight itu digunakan untuk menyambungkan kabel dari client ke hub. Sedangkan untuk tipe cross adalah untuk client langsung terhubung ke client (cpu to cpu) atau juga dari hub ke hub.
Tipe straight
Tipe ini adalah yang paling gampang dibuat. Kenapa? Soalnya langsung korespondensinya 1-1. Standar urutannya begini 2 oranye -1 hijau -2 biru -1 hijau -2 coklat . 2 oranye disini maksudnya pasangan oranye muda sama oranye tua dan seterusnya. Tapi tidak usah ikut standar pewarnaan itu juga sebenarnya tidak masalah. Yang penting urutan kabelnya. Misal ujung pertama urutan pin pertamanya oranye muda, maka ujung yang lain urutan pin pertamanya juga harus oranye muda, jadi antar ujung saling nyambung. Sebenarnya tidak semua pin tersebut digunakan.
| Yang penting adalah pin nomor 1,2,3 dan 6. Jadi misal yang disambung hanya pin 1,2,3 dan 6 sedangkan pin yang lain tidak dipasang, tidak jadi masalah. Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar di bawah yang penulis foto dari sebuah buku. |
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Waktu akan memasangnya, maka potong ujung kabelnya, kemudian susun kabelnya trus diratakan dengan pisau potong yang ada pada crimp tool. Andak tidak perlu repot harus melepaskan isolasi pada bagian ujung kabel, karena waktu Anda memasukan kabel itu ke konektor lalu ditekan (pressed) dengan menggunakan crimp tool, sebenarnya saat itu pin yang ada di konektor menembus sampai ke dalam kabel. Perhatikan, agar penekannya (pressing) yang keras, soalnya kalau tidak keras kadang pin tersebut tidak tembus ke dalam isolasi kabelnya. Kalau sudah kemudian Anda test menggunakan LAN tester. Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu Anda tekan (press) lagi menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1 atau belum. Kalau ternyata sudah benar dan masih gagal, berarti memang Anda belum beruntung. Ulangi lagi sampai berhasil.
LAN TESTER -alat untuk memeriksa benar tidaknya sambungan kabel. Untuk tipe straight jika benar maka led 1 sampai 8 berkedip. Berikut adalah gambar dari bawah dari ujung kabel UTP yang sudah dipasangi konektor dan berhasil dengan baik (urutan pewarnaan pinnya ikut standar): | ||
| Dan kalau yang ini tidak standar, coba perhatikan urutan warna pinnya, sangat tidak standar, tapi tetap saja bisa, yang penting korespondensinya satu satu (khusus tipe straight): | ||
Tipe Cross
Untuk tipe cross itu digunakan untuk menyambungkan langsung antar dua PC, atau yang umumnya digunakan untuk menyambungkan antar hub. (misalnya karena colokan di hubnya kurang). Cara pemasangannya juga sebenarnya mudah, sama seperti tipe straight, pin yang digunakan juga sebenarnya hanya 4 pin saja, yaitu pin 1, 2, 3 dan 6. Yang berbeda adalah cara pasangnya. Kalau pada tipe cross, pin 1 disambungkan ke pin 3 ujung yang lain, pin 2 ke 6, pin 3 ke 1 dan pin 6 ke 2. Praktisnya begini, pada ujung pertama Anda bisa susun pinnya sesuai standar untuk yang tipe “straight”, sementara itu di ujung yang lain Anda susun pinnya sesuai standar buat tipe “cross".| Ujung Pertama: | Ujung Kedua | ||
|---|---|---|---|
| 1. | Putih Hijau | 1. | Putih Orange |
| 2. | Hijau | 2. | Orange |
| 3. | Putih Orange | 3. | Putih Hijau |
| 4. | Biru | 4. | Biru |
| 5. | Putih Biru | 5. | Putih Biru |
| 6. | Orange | 6. | Hijau |
| 7. | Putih Coklat | 7. | Putih Coklat |
| 8. | Coklat | 8. | Coklat |
Peralatan
- UTP Cable
- Konektor RJ-45
- Crimping Tool
- Cutter
- Cable Tester
Percobaan
- Siapkan kabel UTP sesuai yang diinginkan misalnya 2 meter
- Ukur sekitar 1 cm dari ujung kabel dan potonglah bagian luar dari kabel perlahan secara memutar. Dalam proses ini berhati-hatilah karena kesalahan sedikit saja dapat membuat kabel kabel tipis 8 warna yang ada dibagian dalam kabel dapat putus, yang berarti kita harus mengulang lagi untuk memotong bagian luarnya
- Setelah bagian luarnya kita potong, susunlah kabel-kabel warna warni tersebut dengan urutan yang di atas
- Setelah menyusunnya dengan rapi dan memastikan kalau ujung dari semua kabel rata (untuk memudahkan ketika memasukkannya kedalam konektor RJ-45, potonglah jika semua ujung belum rata), ambil konektor RJ-45-nya kemudian masukkan semua ujung kabel yang telah di susun dengan hati -hati kedalam lubang yang terdapat pada konektor RJ-45 tersebut. Pastikan semua kabel rata pada tiap ujung lempengan yang ada di dalam port. Karena satu saja dari kaki-kaki kabel tidak menyentuh pada lempengan tersebut maka kabel tidak akan berfungsi.
- Kemudian, masukkanlah konektor RJ-45 yang telah disatukan dengan kabel tersebut pada Crimping Tool dan tekan dengan penekanan yang cukup kuat, dan tahan beberapa detik untuk memastikan kaki pengunci pada konektor telah mengunci kabel dengan baik sehingga tidak goyang atau lepas. Lakukan hal yang sama pada ujung satu lagi.
- Jika telah selesai, sekarang kita akan menggunakan network cable tester untuk menguji apakah kabel kita telah berfungsi dengan baik. Masukkan kedua ujung konektor pada masing -masing port untuk RJ-45 pada tester, kemudian hidupkan testernya, perhatikan kedua bagian lampu indikator (yang biasanya masing-masing berjumlah 8 lampu plus 1 lampu indikator untuk grounding). Jika kabel dalam status yang bagus, lampu-lampu tersebut akan hidup berurutan sesuai dengan urutan nomornya (kecuali jika sedang menguji kabel cross dimana urutannya berbeda.
Topologi point to point dengan kabel cross.
• Connect two workstations
Dengan menggunakan kabel yang sudah anda buat coba hubungan 2 workstation seperti gambar diatas. Hubungan kabel di NIC pada PC1 dan PC2
• Menggunaka Layer 3 (memasukkan IP pada PC)
Aktifkan computer, klik Start, klik kanan My Network Place kemudian klik Propertied maka akan muncuk Network Connections windows
- Klik kanan Local Area Connection dan pilih Properties
- Ambil Internet Protocol (TCP/IP) dan klik tombol Properties .
- Di bagian menu General pilih Use the following IP address.
- Dibagian TCP/IP Pilih bagian IP Address lalu anda masukan IP address berikut 192.168.1.2 , isikan bagian subnetmasknya dengan 255.255.255.0
- Klik tombol OK
- Dengan cara yang sama coba anda masukkaan IP address pada PC2 (192.168.1.3 /24)
- Aktifkan computer, klik Start,pilih Run
- Dikolom Open ketikan text CMD lalu klik tombo OK
|
Dengan menggunakan prosedur 5.2 – 5.10 anda coba buat koneksi seperti gambar diatas
|
Dasar Teori
IP Address adalah alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP Address terdiri dari atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti
192.168.0.1.
Oleh karena protokol IP adalah protokol yang paling banyak dipakai untuk meneruskan (routing) informasi di dalam jaringan komputer, anda harus benar-benar memahami IP Address ini.
Kelas IP Adrress
IP Adrress terdiri dari atas 32 bit angka biner, yang dapat ditulis dalam empat kelompok, yang terdiri atas 8 bit (oktet) dengan dipisah oleh tanda titik. Contohnya adalah seperti dibawah ini :
11000000.10101000.00000000.00000001
Atau dapat juga ditulis dalam bentuk empat kelompok angka desimal (0-255) seperti contoh berikut :
192.168.0.1
Atau secara simbolik dapat dituliskan sebagi empat kelompok angka sebagai berikut :
w.x.y.z
IP Address terdiri atas dua bagian yaitu Network ID dan Host ID, dimana Network ID menentukan alamat dari peralatan jaringan. Oleh sebab itu IP Address memberikan alamat lengkap suatu peralatan jaringan beserta alamat jaringan dimana peralatan itu berada. Ini sama ibaratnya dengan alamat rumah anda yang terdiri atas nama jalan dan nomor rumah, dimana Network ID merupakan nama jalan dan Host ID merupakan nomor rumah.
Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan si pemakai, oleh sebab itu IP Address dibagi dalam tiga kelas seperti tampak pada tabel berikut :
Tabel 1. Jumlah Network dan Host dari Kelas-kelas IP Address
Tabel 2. Jumlah Host di setiap kelas
Ada beberapa peraturan yang perlu anda ketahui, yaitu :
- Angka 127 di oktet pertama digunakan untuk Loopback.
- Network ID tidak boleh semuanya terdiri atas angka 0 atau 1 (dalam Biner).
- Host ID tidak boleh semuanya terdiri dari atas angka 0 atau 1.
Selain kelas A, B, dan C yang sering dipakai, sebenarnya ada lagi kelas D dan E yang jarang dipakai. Kelas D dimana oktet pertama dimulai dengan biner 1110 dipergunakan untuk alamat-alamat multicast. Sedangkan kelas E dimana oktet pertama dimulai dengan biner 1111dipersiapkan untuk sarana eksperimentasi.
Agar jaringan dapat mengetahui kelas mana yang dipakai oleh suatu IP Address, dipergunakan default subnet mask. Setiap Ip Address harus memiliki default subnet mask. Angka desimal 255 atau biner 111111111 dan default subnet mask menandakan bahwa oktet yang bersangkutan dari IP Address adalah untuk Network ID. Sedangkan angka desimal 0 atau biner 0000000 dari default subnet mask menandakan bahwa oktet yang bersangkutan dari IP Address adalah untuk Host ID.
Contoh :
- IP Address : 10.0.0.1
- IP Address : 172.16.0.1
- IP Address : 192.168.0.1
Default subnet mask berada di kelas A : 255.0.0.0
Default subnet mask berada di kelas B : 255.255.0.0 Default subnet mask berada di kelas C : 255.255.255.0
Jadi kelas suatu IP Address dapat anda tentukan dengan memperhatikan angka oktet Pertama dan subnet mask IP Address yang bersangkutan.
Jika anda perhatikan, kelas A memberikan paling sedikit jumlah Network ID dan sangat banyak Host ID-nya. Hal ini karena hanya oktet pertama yang dipakai sebagai Network ID, sedangkan ketiga oktet lainnya dipakai untuk Host ID. Kelas B memberikan jumlah yang sama untuk Network ID dan Host ID, sedangkan kelas C memberikan jumlah yang paling banyak untuk Network ID dan sedikit Host ID.
Didalam dunia internet, IP Address ini dipergunakan untuk memberikan alamat pada suatu situs. Misalnyawww.cisco.com mempunyai IP Address 198.133.219.25. Agar pemakaian IP Address ini seragam di seluruh dunia, maka pemberian IP Address untuk digunakan di internet diatur oleh sebuah Badan Internasional yang bernama Internic. Dalam pemberian IP Address ini, Internic hanya memberikan IP Address dengan Network ID saja, sedangkan Host ID-nya diatur oleh Pemilik IP Address tersebut. Sistem yang mengatur translasi antara suatu nama situs dengan suatu IP Address lainnya disebut DNS (Domain Name System). Jadi seperti contoh diatas, nama situswww.cisco.com ditranslasikan oleh DNS Server sebagai 198.133.219.25.
Catatan :
Pemakaian IP Address untuk suatu LAN Lokal yang tidak berhubungan dengan Internet tidak memerlukan izin dari Internic / ISP (Internet Service Provider).
BROADCAST
Seperti telah dibahas diatas, bit-bit dari Network ID maupun Host ID tidak boleh semuanya berupa angka biner 0 atau 1. Apabila semua Network ID dan Host ID semuanya berupa angka biner 1, yang dapat ditulis sebagai 255.255.255.255, maka alamat ini disebut Flooded Broadcast.
Jika Host ID semua berupa angka biner 0, IP Address ini menyatakan alamat network dari jaringan yang bersangkutan. Jika Host ID semuanya berupa angka biner 1, maka IP Address ini ditujukan untuk semua host di dalam jaringan yang bersangkutan, yang dipergunakan untuk mengirim pesan (Broadcast) kepada semua host yang berada di dalam jaringan lokal. IP Address dibagi menjadi 2 bagian :
- IP Address Internet/Public : IP Address yang dikenal di Internet : Misal : 202.134.2.5 merupakan IP Address DNS Server Telkomnet Instan
- 198.133.219.25 merupakan IP Address situswww.cisco.com
- IP Address Private/Local : IP Address yang tidak dikenal di Internet / hanya dikenal di jaringan lokal / LAN : Contoh : Kelas A : 10.1.1.1 – 10.255.255.254
Dasar Teori
DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.Pada saat kedua DHCP client dihidupkan , maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan nomor IP. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.
Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period. Cara Kerja DHCP :
DHCP menggunakan 4 tahapan proses untuk memberikan konfigurasi nomor IP. (Jika Clietn punya NIC Card lebih dari satu dan perlu no IP lebih dari 1 maka proses DHCP dijalankan untuk setiap adaptor secara sendiri-sendiri) :
- IP Least Request Client meminta nomor IP ke server (Broadcast mencari DHCP server).
- IP Least Offer DHCP server (bisa satu atau lebih server jika memang ada 2 atau lebih DHCP server) yang mempunyai no IP memberikan penawaran ke client tersebut.
- IP Lease Selection Client memilih penawaran DHCP Server yng pertama diterima dan kembali melakukan broadcast dengan message menyetujui peminjaman tersebut kepada DHCP Server
Alat Dan Bahan
- o Komputer
- o NIC
- o Switch/Hub
- o Server/ Linux/Mikrotik
- o Cabel UTP Cat 5
- Installasi Sebuah PC dengan OS Mikrotik
- Pasang NIC di server Mikrotik
- Melihat Kondisis Interface di Mikrotik [admin@Mikrotik] > interface print Flags: X -disabled, D -dynamic, R -running # NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU 0 R ether1 ether 0 0 1500 1 R ether2 ether 0 0 1500
- Catatan : Jika di interface anda tanda X (Disable) dan kalau R (running)
- Mengganti nama Intreface Dalam hal ini kita akan memberi nama PUBLIK pada ether 1 dan LOCAL pada ether2 [admin@Mikrotik] > interface set 0 name=PUBLIK [admin@Mikrotik] > interface set 1 name=LOCAL Tulis dan jelaskan perintah diatas?
- [admin@Mikrotik] > interface print Flags: X -disabled, D -dynamic, R -running # NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU 0 R PUBLIK ether 0 0 1500 1 R LOKAL ether 0 0 1500
- Mengganti Nama Mikrotik [admin@Mikrotik] > system identity set name=router_fasilkom [admin@ router_fasilkom]>
- Setting IP Address Pada modul ini interface PUBLIK digunakan untuk koneksi ke internet sedang interface LOKAL [admin@ router_fasilkom]>ip address add address=202.146.180.228/29 interface=PUBLIK comment="IP ke Internet" [admin@ router_fasilkom]>ip address add address=172.16.0.1/24 interface=LOKAL comment="IP ke LAN" Tulis dan jelaskan perintah diatas?
- [admin@ router_fasilkom]>ip address print Flags: X -disabled, I -invalid, D -dynamic # ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE 0 ;;; IP Address ke Internet 192.168.3.2/24 192.168.3.0 192.168.3.255 PUBLIK 1 ;;; IP Address ke LAN 172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 LOKAL Tulis dan jelaskan perintah diatas?
- Setting DHCP Server DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol, yaitu suatu program yang memungkinkan pengaturan IP Address di dalam sebuah jaringan dilakukan terpusat di server, sehingga PC Client tidak perlu melakukan konfigurasi IP Addres. DHCP memudahkan administrator untuk melakukan pengalamatan ip address untuk client
172.16.0.10 Tulis dan jelaskan perintah diatas?
Setting DHCP Network dan Gateway yang akan didistribusikan ke client
[admin@ router_fasilkom]> ip dhcp-server network add address=172.16.0.0/24 gateway=172.16.0.1 dns-server=172.16.0.1 enable=yes Tulis dan jelaskan perintah diatas?
Setting DHCP SERVER [admin@ router_fasilkom]> ip dhcp-server add interface=LOKAL address-pool=dhcp-pool
Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya [admin@ router_fasilkom]> /ip dhcp-server enable 0
8. Konfigurasi DHCP client Setting DHCP client pada Windows : Pilih
- control panel,
- Network Connection,
- Local Area Connection,
- Properties,
- Internet Protocol (TCP/IP),
- Properties
- Pilih Obtain an IP address automatically.
- Pilih Obtain an DNS address automatically
- Klik OK
Setting DHCP dengan Linux
- Login ke sistem Linux sebagai root.
- Catatlah, berapa nomer IP address dan nama host dari PC yang anda gunakan. Setelah itu, juga catat IP address dari komputer client (gunakan perintah ifconfig dan hostname).
- Pastikan bahwa komputer server yang anda gunakan sudah terhubung ke komputer client (gunakan perintah ping).
- Untuk menjalankan service DHCP diperlukan paket program yang bernama dhcp*-xxx.rpm. Cek apakah program tersebut sudah terinstall atau belum.
Jika ada tampilan seperti berikut ini berarti di komputer anda program DHCP server sudah terinstall.
5. Di REDHAT secara default file dhcpd.conf berada di dalam direktori
/usr/share/doc/dhcp-3.0.1
#cd /usr/share/doc/dhcp-3.0.1 #ls Pada saat gunakan perintah ls maka akan tampil file dhcpd.conf.sample. File ini harus kita copy ke directori /etc #cp dhcpd.conf.sample /etc/dhcpd.conf
6. Edit file dhcpd.conf #cd /etc #vi dhcpd.conf subnet 10.100.100.0 netmask 255.255.255.0 {
range 10.100.100.10 10.100.100.20;
option domain-name "ilkom.unsri.ac.id"; option domain-name-servers 10.100.100.1; option broadcast-address 10.100.100.255; option routers 192.168.1.5; option subnet-mask 255.255.255.0;
} simpan file dhcpd.conf Tulis dan jelaskan perintah diatas?
7. Menjalankan dhcpd.conf #service dhcpd.conf Tulis dan jelaskan perintah diatas?
8. Konfigurasi DHCP client Setting DHCP client pada Windows : Pilih
- control panel,
- Network Connection,
- Local Area Connection,
- Properties,
- Internet Protocol (TCP/IP),
- Properties
- Pilih Obtain an IP address automatically.
- Pilih Obtain an DNS address automatically
- Klik OK
NETWORK ADDRESS TRANSLATION (NAT)
Router OS Mikrotik
PC router digunakan sebagai perantara antara modem ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) dengan jaringan LAN. Karena sebagian besar fungsi PC router dapat digantikan oleh modem ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line), bagi mereka yang tidak mau pusing dan cukup dengan feature yang sederhana disarankan untuk menggunakan router modem ADSL. PC router Linux terutama ditujukan bagi mereka yang nantinya ingin mengembangkan diri menguasai system yang lebih kompleks, terutama menggunakan server internet yang berbasis di linux.Spesifikasi PC router bisanya tidak terlalu besar. PC Pentium I dengan menggunakan memory 128 Mbyte harddsik 5 Gbyte cukup baik untuk digunakan sebagai router. Sebentulnya dapat menggunakan memory RAM 64 Mbyte, tapi cukup berat instalasi-nya, terutama jika menggunakan disro linux besar seperti redhat atau fedora. Ada beberapa fungsi PC router linux yang sering digunakan, minimalnya adalah :
- Firewall sederhana, untuk mengatur trafik yang diizinkan maupun tidak diizinkan ke / dari internet. Pada system operasi linux, apalikasi firewall yang digunakan biasanya sudah ada di system operasi dan dapat diakses menggunakan perintah iptables.
- Network Address Translation (NAT) yang sebetulnya menjadi bagian dari fungsi/kemampuan firewall yang memungkinkan banyak computer di LAN membagi (sharing) sambungan akses ke internet yang hanya satu buah / beberapa buah.
- Fungsi routing, biasanya memang built in pada system operasi linux. Fungsi routing dibutuhkan jika kita mempunyai beberapa jaringan LAN yang ingin tergabung ke internet secara bersama. Jika hanya ada satu buah jaringan LAN yang ingin tergabung ke internet, fungsi routing yang kompleks tidak dibutuhkan. Pada system operasi lunix apalikasi routing
- yang digunakan biasanya sudah ada pada system operasi dapat diakses menggunakan router.
- DHCP server digunakan untuk membarikan IP address (alamat IP) pada work-station di LAN agar memperoleh IP address secara automatis.
- Installasi Sebuah PC dengan OS Mikrotik
- Melihat Kondisis Interface di Mikrotik [admin@Mikrotik] > interface print Flags: X -disabled, D -dynamic, R -running # NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU 0 R ether1 ether 0 0 1500 1 R ether2 ether 0 0 1500
- Catatan : Jika di interface anda tanda X (Disable) dan kalau R (running)
- Pasang NIC di server Mikrotik
- Mengganti nama Intreface Dalam hal ini kita akan memberi nama PUBLIK pada ether 1 dan LOCAL pada ether2 [admin@Mikrotik] > interface set 0 name=PUBLIK [admin@Mikrotik] > interface set 1 name=LOCAL Tulis dan jelaskan perintah diatas?
- [admin@Mikrotik] > interface print Flags: X -disabled, D -dynamic, R -running # NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU 0 R PUBLIK ether 0 0 1500 1 R LOKAL ether 0 0 1500
- Mengganti Nama Mikrotik [admin@Mikrotik] > system identity set name=router_fasilkom [admin@ router_fasilkom]>
- Setting IP Address Pada modul ini interface PUBLIK digunakan untuk koneksi ke internet sedang interface LOKAL [admin@ router_fasilkom]>ip address add address=202.146.180.228/29 interface=PUBLIK comment="IP ke Internet" [admin@ router_fasilkom]>ip address add address=172.16.0.1/24 interface=LOKAL comment="IP ke LAN" Tulis dan jelaskan perintah diatas?
- [admin@ router_fasilkom]>ip address print Flags: X -disabled, I -invalid, D -dynamic # ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE 0 ;;; IP Address ke Internet 192.168.3.2/24 192.168.3.0 192.168.3.255 PUBLIK 1 ;;; IP Address ke LAN 172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 LOKAL Tulis dan jelaskan perintah diatas?
- Setting Gateway Pada kasus ini kita menggunakan default gateway, dimana pada percobaan ini gateway nya adalah 202.146.180.225 [admin@ router_fasilkom]>ip router add gateway=202.146.180.225 [admin@ router_fasilkom]>ip route print Flags: X -disabled, A -active, D -dynamic, C -connect, S -static, r -rip, b -bgp, o -ospf # DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE 0 ADC 192.168.3.0/24 192.168.3.2 PUBLIK 1 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1 LOKAL 2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.3.1 PUBLIK Tulis dan jelaskan perintah diatas?
- Setting Name Server Pada percobaan ini IP DNS yang kita dapat adalah IP Address Primary= 202.146.180.4 dan IP Address Secondary= 202.146.178.4 [admin@ router_fasilkom]> ip dns set primary-dns=202.146.180.4 allowremoterequests=yes [admin@ router_fasilkom]> ip dns set primary-dns=202.146.178.4 allowremoterequests=yes Tulis dan jelaskan perintah diatas?
- Tes ping ke Gateway ini bertujuan memastikan konfigurasi kita sudah benar [admin@router_fasilkom]> ping 202.146.180.225 202.146.180.225 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms, Untuk menghentikan proses ping tekan tombol CTRL + C
- Tes Ping ke sebuah Web Site (untuk memastikan DNS kita sudah benar ata salah) [admin@ router_fasilkom]> ping www.google.com 216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms, 4 packets transmitted, 4 packets received, 0% packet loss round-trip min/avg/max = 248/279.0/321 ms
- NAT (Network Address Transalation) Jika router akan kita jadi sebagai gateway server maka agar client pada network dapat terkoneksi ke internet maka perlu kita masquerade [admin@ router_fasilkom]> ip firewall nat add chain=srcnat outinterface=PUBLIK (interface yang terhubung ke internet) action=masquerade Tulis dan jelaskan perintah diatas?
- Setting Komputer Client Setting ip client satu kelas dengan router IP Address : 172.16.0.2 Subnet Mask : 255.255.255.0 Default Gateway : 172.16.0.1 Preferred DNS Servers 172.16.0.1 Klik OK
Setting NAT dengan Linux
IP publik lengkap dengan netmask, broadcast dan dns-nya.IP : 202.146.180.228/29
Gateway : 202.146.180.228/29
Netmast : 255.255.255.248
IP Broadcast : 202.146.180.231/29
DNS1 : 202.146.180.4
DNS2 : 202.146.178.4
- Setting Gateway # vi /etc/sysconfig/network, lalu isi dengan : NETWORKING=yes HOSTNAME=ilkom.unsri.ac.id GATEWAY=202.146.180.225 NOZEROCONF=yes Kemudian simpan dengan dengan menekan Esc – x – Enter
- Tulis dan jelaskan perintah diatas?
- Setting IP di ETH0 #cd /etc/sysconfig/network-script/ #vi ifcfg-eth0 DEVICE=eth0 BOOTPROTO=static IPADDR=202.146.180.228 BROADCAST=202.146.180.228 NETMASK=255.255.255.248 ONBOOT=yes USERCTL=no
- #simpan file tersebut dengan perintah tekan tombol Esc lalu Shift : ketikan wq lalu tekan enter Tulis dan jelaskan perintah diatas?
- Berikutnya adalah konfigurasi DNS yang digunakan.
Tulis dan jelaskan perintah diatas?
- Setting IP_forwarding #vi /etc/sysctl.conf rubah net.ipv4.ip_forward = 0 menjadi net.ipv4.ip_forward = 1 atau kalau tidak ada net.ipv4.ip_forward = 0 tambahkan net.ipv4.ip_forward = 1 Lalu simpan hasil konfigurasi tersebut.
- Tulis dan jelaskan perintah diatas?
- Jalankan service network: # service network start atau restart Tulis dan jelaskan perintah diatas?
- Agar supaya service network ini berjalan otomatis waktu server di boot ketikkan perintah berikut: #chkconfig --level 2345 network on Tulis dan jelaskan perintah diatas?
Lakukan test koneksi dengan ping ke google.com # ping google.com PING google.com (66.94.234.13) 56(84) bytes of data. 64 bytes from w2.rc.vip.scd.google.com (66.94.234.13): icmp_seq=1 ttl=50 time=778 ms 64 bytes from w2.rc.vip.scd.google.com (66.94.234.13): icmp_seq=2 ttl=49 time=769 ms6 Berarti router sudah bekerja selayaknya. Tetapi kalau muncul pesan seperti berikut : ping: unknown host google.com berarti masih ada konfigurasi yang belum benar di PC Router bias jadi di DNS yang kita isikan di /etc/resolv.conf masih salah. Sampai disini konfigurasi IP untuk Main Gatewaynya sudah beres, agar supaya MGW ini bisa sekaligus di gunakan sebagai NS server oleh klien maka harus di install daemon bind atau daemon nameserver yang lain atau kalau sudah ada tinggal servicenya dijalankan saja adanya. #service named restart Stopping named: [ OK ] Starting named: [ OK ]
- Agar service bind ini berjalan otomatis pada saat router di boot ketikkan command berikut: #chkconfig --level 2345 named on
- konfigurasi IP lokal ETH1 # vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1, lalu isi dengan : DEVICE=eth1 BOOTPROTO=static IPADDR=172.16.0.1 NETMASK=255.255.255.0 BROADCAST=172.16.0.254 ONBOOT=yes USERCTL=no Lalu simpan hasil konfigurasi tersebut dan restart service network-nya: #service network restart Shutting down interface eth0: [ OK ] Shutting down interface eth1: [ OK ]
- Shutting down loopback interface: [ OK ] Disabling IPv4 packet forwarding: [ OK ] Setting network parameters: [ OK ] Bringing up loopback interface: [ OK ] Bringing up interface eth0: [ OK ] Bringing up interface eth1: [ OK ]
- Berikutnya adalah konfigurasikan IP untuk masing-masing klien, yaitu
- 172.16.0.2. Sedangkan untuk gateway, netmask dan name servernya adalah sebagai berikut. IP : 172.16.0.2 Gateway : 172.16.0.1 Netmask : 255.255.255.0 DNS 1 : 172.16.0.1 Tulis dan jelaskan perintah diatas?
- Sampai disini klien belum dapat koneksi ke internet, ini karena NAT (Network Address Trasnlation) belum di konfigurasikan adanya. Agar klien bisa internet maka lakukan konfigurasi iptables sebagai berikut: Langkah pertama adalah stop dulu atau matikan service iptables. #service iptables stop Flushing all chains: [ OK ] Removing user defined chains: [ OK ] Resetting built-in chains to the default ACCEPT policy: [ OK ] Tulis dan jelaskan perintah diatas?
Lalu ketikan #iptables-save #service iptables restart #./etc/rc.local Tulis dan jelaskan perintah diatas?
11. Di klien coba anda lakukan ping kewww.google.com, apabila muncul : PING google.com (66.94.234.13) 56(84) bytes of data. 64 bytes from w2.rc.vip.scd.google.com (66.94.234.13): icmp_seq=1 ttl=50 time=778 ms 64 bytes from w2.rc.vip.scd.google.com (66.94.234.13): icmp_seq=2 ttl=49 time=769 ms6 Kalau muncul seperti yang di atas anda udah berhasil membuat sebuah PC Server
Hotspot
Hotspot adalah layanan WIFI yang memungkinkan user bergerak/mobile dalam mengakses layanan yang ada pada jaringan baik itu Intranet maupun internet, baik itu menggunakan notebook dengan fasilitas WIFI maupun device lain seperti PDA, Communicator dan lain-lain
Alat dan Bahan :
- Cabel UTP Cat 5
- Komputer
- Switch/Hub
- Access Point
- Mikrotik
- Setting IP computer kita satu network dengan ip di mikrotik (IP mikrotik 192.168.1.1/24 dan ip di computer 192.168.1.10/24)
- Login Ke mikrotik dengan menggunakan winbox (download winbox di mikrotik.co.id)
- Connect To :192.168.1.1 (ip mikrotik) atau cukup kita klik tombol tanda … kemudian kita connect berdasarkan ip or mac address
- Login : masuk user name kita (misalnya admin)
- Password : masukkan password dari user
- Terakhir klik menu connect
- Tampil menu mikroitk
- Pada bagian kotak dialog New Radius Server,
- Klik bagian hotspot dengan memberi tanda √,
- Kemudian pada Address isikan 127.0.0.1
- setelah itu pada secret isikan password server radius yang diinginkan misalnya tasmi_ganteng
- Pada winbox klik menu IP kemudian klik HOTSPOT,
- Klik bagian Tab Server
- Klik SETUP
- kemudian pada kolom hostpot setup pilih interface yang akan dijadikan HOTSPOT (pada modul ini interface diberi nama HOTSPOT)
- Klik tombol NEXT
| Menentukan IP yang akan dijadikan HOTSPOT (biasanya akan muncul otomatis sesuai dengan ip yang kita masukkan di awal) kemudian Klik tombol NEXT | |
Menentukan range IP dijadikan HOTSPOT untuk client (sudah setting di bagian address pool di prktikum 3) maka langsung saja Klik tombol NEXT
- Di bagian select hotspot SSL certifate pilih NONE kemudian Klik tombol next
- Di menu select SMTP server kita klik tombol NEXT
- Setting DNS untuk hotspot (akan muncul otomatis karena sudah kita setting diawal ) Klik tombol NEXT
- Setting DNS untuk layanan Hotspot (misalnya tasmi.unsri.ac.id) kemudian klik Tombol NEXT
- Setting user untuk login hotspot (defaultnya adalah admin dan masukan passwordnya terserah anda misalnya 123) Klik tombol NEXT
- Finish
- Pada winbox klik menu IP ----HOTSPOT,
- Kilk Tab USER,
- Klik tombol PLUS warna merah
- Masukan user dibagian USERNAME dan password dikolom PASSWORD
- Kemudian klik tombol OK (untuk membatasi user dan memasukan MAC address user cukup anda klik dikolom profil dan kolom MAC untuk memasukkan MAC
Router adalah sebuah komputer khusus, router mempunyai komponen-komponen dasar yang sama dengan PC desktop, Router mempunyai CPU, memori, sistem bus, dan banyak interface input/output. Router didisain untuk melakukan tugas khusus yang tidak dimiliki oleh PC desktop. Contoh, router menghubungkan dan mengijinkan komunikasi antara dua jaringan dan menentukan jalur data yang melalui koneksi jaringan.
Sama dengan PC, router membutuhkan operating sistem untuk menjalankan fungsinya, yaitu Internetwork Operating System (IOS) software untuk menjalankan file-file konfigurasinya. Konfigurasi-konfigurasi ini berisi perintah-perintah dan parameter yang mengontrol aliran trafik yang masuk dan keluar dari router. Router menggunakan protokol routing untuk menentukan jalur terbaik.
Komponen utama dari router adalah random-access memory (RAM), nonvolatile random-access memory (NVRAM), flash memory, read-only memory (ROM) dan interface-interface. RAM mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:
Sama dengan PC, router membutuhkan operating sistem untuk menjalankan fungsinya, yaitu Internetwork Operating System (IOS) software untuk menjalankan file-file konfigurasinya. Konfigurasi-konfigurasi ini berisi perintah-perintah dan parameter yang mengontrol aliran trafik yang masuk dan keluar dari router. Router menggunakan protokol routing untuk menentukan jalur terbaik.
Komponen utama dari router adalah random-access memory (RAM), nonvolatile random-access memory (NVRAM), flash memory, read-only memory (ROM) dan interface-interface. RAM mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:
- Menyimpan tabel routing
- Menangani cache ARP
- Menangani cache fast-switching
- Menangani packet buffering dan share RAM
- Menangani antrian paket
- Menyediakan temporary memory untuk file konfigurasi pada saat router bekerja
- Data akan hilang pada saat router dimatikan atau restart
NVRAM mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:
- Menyediakan storage untuk file startup configuration
- Data masih ada walaupun router dimatikan atau restart
Flash memory mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:
- Menangani IOS image
- Memberi akses software untuk melakukan update tanpa harus melepas chip pada prosesornya
- Data masih ada ketika router dimatikan atau restart
- Dapat menyimpan beberapa versi software IOS
- Merupakan tipe dari Electrically Erasable Programmable Read-only Memory (EEPROM)
ROM mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:
- Menangani perintah-perintah untuk keperluan diagnosa power-on selt test (POST)
- Menyimpan program bootstap dan dasar operating system
- Membutuhkan melepas chip pada motherboard pada saat melaukan upgrade software
Interface mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:
- Menghubungkan router ke suatu jaringan sebagai keluar masuknya paket data
- Hanya berada dalam motherboard atau sebagai module yang terpisah
RouterKomponen utama dari router adalah sebagai berikut: CPU – Central Processing Unit bertugas menjalankan perintah-perintah dalam operating system. Beberapa fungsi yang dilaukan oleh CPU seperti: inisialisasi sistem, routing, dan kontrol interface jaringan. CPU router merupakan sebuah microprocessor. |
RAM – RAM digunakan untuk informasi table routing, cache fast switching, konfigurasi yang sedang jalan, dan mengatur antrian paket. Pada kebanyakan router RAM meyediakan space memori untuk menjalankan fungsi router. Secara logik RAM dibagi menjadi memori prosesor utama dan memori share input/output (I/O). Memori share I/O merupakan share diantara interface-interface router untuk penyimpanan paket sementara. Isi dari RAM akan hilang kalau router dimatikan atau di-restart. RAM biasanya bertipe dynamic random-access memori (DRAM) dan dapat di-upgrade dengan menambahkan suatu module memori yan disebut dengan dual in-line memory module (DIMM).
Flash – flash memori digunakan untuk menyimpan image dari IOS. Router normalnya membutuhkan IOS default dari flash. Image dapat di-upgrade dengan cara men-download image baru ke dalam flash. IOS bisa jadi ter-kompresi maupun tidak. Pada kebanyakan router untuk meng-copy IOS ditansfer ke RAM selama proses booting. Pada router yang lain IOS mungkin dapat dijalankan langsing dari flash. Flash terpasang secara single si slot SIMM atau berupa card PCMCIA yang dapat ditambahkan atau dilepas pada saat upgrade flash.
NVRAM – NVRAM digunakan untuk menyimpan startup configuration. Pada device yang sama EEPROM dapat digunakan sebagai fungsi NVRAM. Pada device yang lain dipakai untuk sebagai flash untuk melaukan booting. Isi dari NVRAM tidak akan hilang meskipung router dimatikan atau di-restart.
Bus – Sebagian besar router terdiri atas bus sistem dan bus CPU. bus sistem digunakan untuk komunikasi antar CPU dan interface atau slot tambahan. Bus ini mentransfer paket dari dan ke interface.
Bus CPU digunakan untuk akses komponen dari media penyimpan di router. Bus ini mentransfer perintah dan data ke atau dari alamat memory yang digunakan. ROM – ROM digunakan secara permanen untuk menyimpan kode-kode startup diagnostic, yang dikenal dengan nama ROM monitor. Tugas utama ROM adalah untuk dignosa hardware selama router booting dan loading IOS dari flash ke RAM. Beberapa router, ROM juga bisa digunakan sebagai sumber booting alternatif. Dan dapat di- upgrade dengan cara melepas chip pada socketnya.
Interface – Interface dari router digunakan untuk menyambungkan koneksi ke luar. Ada 3 tipe interface: LAN, Wan dan console atau auxiliary (AUX). Interface LAN biasanya satu atau beberapa tipe ethernet atau token ring yang berbeda-beda. Tiap-tiap intreface memiliki chip controller yang berfungsi untuk menyambungkan sistem ke media. Interface LAN biasanya berupa fixed configuration atau modular. Interface WAN misalnya serial, ISDN dan integrated CSU. Sama dengan interface LAN, ia juga mempunyai chip controller. Interface Wan bisa berupa fixed configuration atau modular. Port Console atau AUX adalah prot serial yang digunakan untuk proses konfigurasi. Ia digunakan sebagai terminal dari komunikasi port pada komputer melalui modem.
Power Supply – power supply digunakan sebagai sumber daya untuk mengoperasikan komponen di dalam router. Beberapa router kemungkinan mempunyai lebih dari sati power supply.
Alat dan Bahan
- o 2 buah router seri 1700
- o 1 buah router seri 2800
- o 6 buah PC
- o 1 buah server
- o 3 buah switch
- o Kabel UTP
Siapkan kabel Rollover. Hubungkan sisi konektor RJ-45 ke Console di router dan sisi konektor DB 9 ke bagian port serial COM 1
- Pastikan device sudah terpasang dengan baik dan benar (pastika kondisi router masih dalam kondisi OFF), pada PC sekarang anda aktifkan Hyperterminal kemudian di bagian com1 propertise anda setting
- Baud : 9600
- databit : 8
- parity : none
- Stopbit : 1
- flow control : none
STEP STEP
STEP STEP
- o Selanjutnya kita aktifkan power router tunggu beberapa menit router akan booting
- o Setelah selesai router looding sekarang kita lanjut konfigurasi router
Continue with configuration dialog? [yes/no]: n
Press RETURN to get started! Tekan tombol enter untuk memulai
Router>enable (untuk meng-enable router)
Menghapus Konfigurasi Router
Router>enable Tulis dan jelaskan perintah diatas?Router#configure terminal Tulis dan jelaskan perintah diatas?
Router(config)# erase startup-config (tekan tombol enter) Erasing the nvram filesystem will remove all configuration files! Continue? [confirm] (tekan tombol enter) Tulis dan jelaskan perintah diatas?
Router(config)#reload (tekan tombol enter) Tulis dan jelaskan perintah diatas?
(tunggu beberapa menit router akan melakukan looding), setelah selesai akan muncul tampilan sebagai berikut
Continue with configuration dialog? [yes/no]: n
Press RETURN to get started! Tekan tombol enter untuk memulai
Perintah Hostname
Router>enable Router#configure terminal Router(config)Hostname ROUTER_ITulis dan jelaskan perintah diatas?
Perintah Banner
ROUTER_I (config)#banner motd #Selamat Datang di Router I# Tulis dan jelaskan perintah diatas?Perintah console password
ROUTER_I (config)#line console 0 ROUTER_I (config-line)#password cisco ROUTER_I (config-line)#login ROUTER_I (config-line)#exit Tulis dan jelaskan perintah diatas?ROUTER_I (config)#enable password cisco Tulis dan jelaskan perintah diatas?
ROUTER_I (config)#enable secret cisco Tulis dan jelaskan perintah diatas?
Perintah Virtual Line Password
ROUTER_I (config)#line vty 0 4 ROUTER_I (config-line)#password cisco ROUTER_I (config-line)#login ROUTER_I (config-line)#exit Tulis dan jelaskan perintah diatas?Perintah Setting IP addres
ROUTER_I #configure terminal ROUTER_I r(config)#interface fastEthernet 0/0 ROUTER_I (config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0 ROUTER_I (config-if)#no shutdown ROUTER_I(config-if)#exit Tulis dan jelaskan perintah diatas?ROUTER_I #configure terminal ROUTER_I (config)#interface fastEthernet 0/1 ROUTER_I (config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0 ROUTER_I (config-if)#no shutdown ROUTER_I(config-if)#exit Tulis dan jelaskan perintah diatas?
Perintah copy run start
Router_I(config)#ctrl+z
Router_I#copy run start -->> kemudian tekan enter 2 x Tulis dan jelaskan perintah diatas?
Tugas
1. Dengan menggunakan paket tracer anda tentukan skema pengalamatan konfigurasi router seperti gambar dibawah ini
| Device | Interface | IP Address | Subnet Mask | Default Gateway |
|---|---|---|---|---|
| R1 | Fa0/0 | |||
| Fa0/1 | ||||
| R2 | Fa0/0 | |||
| Fa0/1 | ||||
| PC1 | N/A | |||
| PC2 | N/A |
Sratik Routing
Seorang administrator memilih suatu protokol routing dinamis berdasarkan keadaan topologi jaringannya. Misalnya berapa ukuran dari jaringan, bandwidth yang tersedia, proses power dalam router, merek dan model dari router, dan protokol yang digunakan dalam jaringan.
Routing adalah proses dimana suatu router mem-forward paket ke jaringan yang dituju. Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket. Semua router menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Agar keputusan routing tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan. Ketika router menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari router yang lain. Ketika menggunakan routing statis, seorang network administrator mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang ingin dituju secara manual.
Jika routing yang digunakan adalah statis, maka konfigurasinya harus dilakukan secara manual, administrator jaringan harus memasukkan atau menghapus rute statis jika terjadi perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing statis, maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk melakukan update table routing. Karena itu routing statis hanya mungkin dilakukan untuk jaringan skala kecil. Sedangkan routing dinamis bias diterapkan di jaringan skala besar dan membutuhkan kemampuan lebih dari administrator
ROUTER STATIS
Router Statis adalah Router yang me-rutekan jalur spesifik yang ditentukan oleh user untuk meneruskan paket dari sumber ke tujuan. Rute ini ditentukan oleh administrator untuk mengontrol perilaku routing dari IP "internetwork".
Rute Statis -Rute yang dipelajari oleh router ketika seorang administrator membentuk rute secara manual. Administrator harus memperbarui atau meng"update" rute statik ini secara manual ketika terjadi perubahan topologi antar jaringan (internetwork). Mengkonfigurasi router statis adalah dengan memasukkan tabel routing secara manual. Tidak terjadi perubahan dinamik dalam tabel ini selama jalur/rute aktif.
TABEL ROUTING
Supaya router bisa melayani permintaan untuk meneruskan pengiriman data, maka router harus mempunyai tabel yang dipakai sebagai patokan data ini harus dikirim ke jaringan yang mana? Tabel yang dipunyai oleh router disebut sebagai tabel routing yang berisi NETID dan Default gatewaynya.
| Berdasarkan gambar di atas berikut ini proses pengiriman data dari computer 192.168.2.2 ke computer 192.168.10.254
|
Membangun static routing pada router-router tidak begitu sulit. Anda tinggal masuk ke global configuration mode dan jalankan formula berikut pada masing-masing router yang akan dikonfigurasikan : Ip route <destination><mask><next_hop_address>
Berikut ini adalah detail untuk masing-masing opsi :
| Ip route | : perintah untuk membuat static routing itu sendiri |
| Destination | : network tujuan yang hendak ditambahkan ke routing table |
| Mask | : subnet mask yang digunakan dalam network |
| Next_hop_address | : address dari hop router selanjutnya, yakni yang akan menerima paket dan mem-forward-nya lagi ke network remote. Tidak lain berupa interface router dari router dari network yang terkoneksi secara langsung. |
| Contoh : | Hoboken(config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 172.16.2.1 |
- o 2 buah router seri 1700
- o 1 buah router seri 2800
- o 6 buah PC
- o 1 buah server
- o 3 buah switch
- o Kabel UTP
Troubleshooting konfigurasi routing statis
• Ping Dari mode privileged EXEC pada router 1, ping ke node pada jaringan172.16.5.0.
Tulis dan jelaskan output yang ditampilkan?
• Traceroute
Tulis dan jelaskan output yang ditampilkan?
Bridging
Perkembangan jaringan dan Internet yang spektakuler memberikan dampak yang sangat besar terhadap perusahaan dalam berbagai jenis dan ukuran. Teknologi wireless yang baru semakin memudahkan perkembangan kemampuan jaringan, Internet, dan intranet bagi para pekerja mobile, lokasi-lokasi terpencil dan berbagai fasilitas temporer.
Wireless Networking semakin memperluas jangkauan dan kemampuan jaringan komputer. Teknologi-teknologi baru menjadikan wireless networking sebagai suatu cara yang memungkinkan pelayanan akses berkecepatan tinggi dan handal bagi jaringanjaringan komputer dan Internet.
Sistem wireless WAN merupakan sistem point-to-point menghubungkan jaringan melintasi kota-kota menggantikan infrastruktur publik atau memberikan suatu alternatif terhadap sambungan privat.
Setiap sel wireless LAN memerlukan manajemen komunikasi dan lalu lintas. Hal ini dikoordinasikan oleh sebuah Access Point (AP) yang berkomunikasi dengan setiap stasiun wireless dalam area cakupannya.
Stasiun-stasiun juga berkomunikasi satu sama lain melalui AP, sehingga stasiun komunikasi dapat bersembunyi dari yang lain. Dengan cara ini, AP berfungsi sebagai relay, memperluas daerah sistem.
AP juga berfungsi sebagai sebuah bridge antara stasiun-stasiun wireless dan wired network dan sel wireless yang lain. Menghubungkan AP ke backbone atau sel wireless lain dapat dilakukan dengan kabel atau dengan hubungan wireless yang lain, menggunakan wireless bridges.
Wireless bridge adalah wireless yang terdiri dari minimal 2 wireless yang disetting sebagai bridge dengan menukarkan masing2 mac addressnya. Biasanya digunakan untuk koneksi point to point sebagai backbone wireless. Skema
Network A------------wirelss 1---------wireless 2-------------network B
Dengan Wireless bridges dua WAN yang berbeda seolah-olah berada dalam satu local area network, sehingga mempunya kecepatan lebuh tinggi disbanding dengan sistem yang di routing
- Cabel UTP Cat 5
- Komputer
- Switch/Hub
- Access Point
- Router Cisco
- Linux/Mikrotik
Setting Radio sebagai Wireless Bridge
- Konfigurasi Radio Wireless satu sebagai Wireless Bridge berikan IP 192.168.100.1/29.
- Setting Radio Wireless Linksys WAP54G dengan menggunakan webbrowser,
Kemudian klik menu OK
| Klik Menu Setup Masukan IP Statik pada radio, pada percobaan ini kita menggunakan ip address adalah 192.168.100.1/30 (setelah anda ganti jangan lupa IP di PC anda harus diganti dengan IP satu kelas dengan ip Radio) Klik menu Save Setting | |
| Menentukan Radio Wireless sebagai Wireless Bridge, klik menu ap mode, kemudian kita memasukkan mac address dari radio tentangga Klik menu Save Setting | |
Memberi nama SSID dan setting security wireless (WEP), klik menu wireless
Klik menu Save Setting | |
| Setting security wireless Wireless ---Security ----Security mode pilih WEP -----Encrypton pilih 10 hex digit-----passphase (masukan password sebanya 10 hex misalnya tasmisalim-----klik menu create Klik menu Save setting | |
| Setting Password radio Wireless (passwordnya kita ganti dengan fasilkomunsri2009) Klik menu Save setting |
Tes Koneksi radio
- Dari PC yang terbuhung ke radio 1 ping ke alamat radio tetangga kita
- dengan cara ping 192.168.100.2 Tulis dan jelaskan output yang ditampilkan?
- Dari PC ping ke alamat PC yang terhubung ke radio 2 dengan cara ping 192.168.100.4/29
- Tulis dan jelaskan output yang ditampilkan?
- Sekarang coba anda tambahkan ip di PC masing-masing misalnya di PC1 masukan IP 172.16.0.1/24 dan PC2 dengan IP 172.16.0.200/24, sekarang coba kita lakukan proses ping antar PC Tulis dan jelaskan output yang ditampilkan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar